ULASAN MASALAH EKONOMI

Membuat ulasan tentang masalah ekonomi dari sumber : http://www.waspada.co.id/index.php/index.php?option=com_content&view=article&id=102368:pengangguran-masalah-ekonomi-terbesar-indonesia-&catid=18:bisnis&Itemid=95

Pengangguran masalah ekonomi terbesar Indonesia
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA – Presiden Boston Institute for Developing Economies, Gustav F. Papanek menilai masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran. “Saya khawatir dengan masalah terselubung di Indonesia, yaitu pertumbuhan tanpa pekerjaan,” katanya di Jakarta, tadi malam.
Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti, setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Papanek menghitung, hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.
Sementara 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya, menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini disebut Papanek dengan istilah work in income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.
Papanek yang pernah menjabat Direktur Harvard Advisory Group untuk Komisi Perencanaan dan Departemen Keuangan Indonesia pada 1971 hingga 1973 ini mencontohkan pekerjaan tukang semir sepatu.
“Jumlah sepatu tidak bertambah, tapi tukang semir sepatunya bertambah. Yang tadinya penghasilan dibagi tiga, sekarang harus dibagi empat,” pungkasnya.
Pekerjaan semacam ini ada, menurutnya, bukan karena dibutuhkan, tapi karena orang butuh pekerjaan. Produktivitas dari pekerjaan ini dinilai Papanek sangat rendah, bahkan tidak ada sama sekali. “Mereka hanya mengkonsumsi, tidak memproduksi,” tuturnya.
Lahan pekerjaan yang juga banyak digeluti pekerja Indonesia adalah di sektor pertanian. Pekerjaan ini juga dinilainya sebagai work in income sharing, karena lahan pertanian tidak bertambah, hanya tenaga kerjanya yang jumlahnya bertambah.
Padahal, negara yang benar-benar berkembang ditandai dengan menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. “Seperti China, India, dan Vietnam,” ujar Papanek.
Solusi untuk masalah pengangguran ini adalah menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Target pemerintah sebesar 7 persen dinilai Papanek masih belum cukup. “Dulu Indonesia mampu tumbuh 8 persen, kenapa sekarang tidak,” katanya.
Pertumbuhan itu dapat dicapai dengan tiga langkah. Pertama, menambah dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang menjadi solusi cepat dalam penambahan pendapatan bagi rakyat miskin dan pembangunan infrastruktur rural.
Kedua, memperbesar ekspor mineral, minyak, gas, dan tanaman perkebunan yang hasilnya bisa digunakan untuk mendanai kesehatan, pendidikan, dan perumahan bagi rakyat miskin.
Ketiga, meningkatkan pangsa pasar dunia, terutama dari ekonomi yang menghasilkan lapangan pekerjaan seperti industri manufaktur. Papanek mencontohkan, dulu industri tekstil dan garmen Indonesia menguasai 2,5 persen pangsa pasar dunia, sekarang hanya 1,7 persen. Padahal, selisih tersebut berarti berkurangnya 5 miliar ekspor dan 1,5 juta lapangan pekerjaan.
Solusi ini merupakan solusi jangka pendek dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang, Papanek memberikan resep perbaikan sistem pendidikan.
“Butuh waktu lama, namun bisa dipercepat dengan membangun perguruan tinggi kelas dunia yang juga memberikan pendidikan untuk rakyat miskin, seperti di India,” katanya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat01/pas)

Sumber : http://www.waspada.co.id/index.php/index.php?option=com_content&view=article&id=102368:pengangguran-masalah-ekonomi-terbesar-indonesia-&catid=18:bisnis&Itemid=95


ULASAN :
Masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran. pernyataan tersebut dinilai oleh Presiden Boston Institute for Developing Economie yang pernah menjabat Direktur Harvard Advisory Group untuk Komisi Perencanaan dan Departemen Keuangan Indonesia pada 1971 hingga 1973 yang bernama Gustav F Papanek,
Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Dimana hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap. Sementara 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri dan 4 juta tetap menganggur, dan Sisanya bekerja
dengan pekerjaan sebagai work in income sharing ( pekerjaan berbagi penghasilan ). Maksudnya adalah pekerjaan yang tidak tetap penghasilannya dan mudah dipengaruhi oleh banyaknya pesaing dan diperburuk oleh tidak adanya batasan pesaing dan jumlah pesaing akan bertambah setiap waktu.Walaupun Sebenarnya Produktivitas dari pekerjaan ini sangat rendah namun Pekerjaan seperti ini tetap ada karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan namun banyaknya orang yang butuh pekerjaan.
Menurut Papanek, Salah satu contoh pekerjaan work in income sharing adalah tukang semir sepatu dan pekerjaan di sektor pertanian Karena kedua pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang Jumlah tempat atau benda yang diperlukan sebagai objek tidak bertambah, tapi hanya pekerjanya yang bertambah. Sehingga penghasilan yang semula dibagi tiga, sekarang harus dibagi empat,bahkan mungkin akan terus bertambah jumlah bagi penghasilan seiring dengan berjalannya waktu.
Keadaan di sektor pertanian Indonesia menurut Papanek berbeda dengan keadaan di sektor pertanian Negara berkembang lainnya Seperti China, India, dan Vietnam karena jumlah tenaga kerja di sektor pertanian mereka menurun sedangkan di Indonesia jumlah tenaga kerja di sektor pertanian meningkat.
Menurut Papanek Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang, adalah “ dengan memperbaiki sistem pendidikan, hal tersebut dapat dipercepat dengan membangun perguruan tinggi kelas dunia yang juga memberikan pendidikan untuk rakyat miskin, seperti di India.”karena semakin banyak masyarakat yang dapat besekolah maka masyarakat semakin dapat bersaing dan mencari pekerjaan di luar negri.
Sedangkan Solusi jangka pendek dalam menggerakkan ekonomi Indonesia adalah menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen., Hal itu dapat dicapai dengan tiga langkah :
Menambah dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang menjadi solusi cepat dalam penambahan pendapatan bagi rakyat miskin dan pembangunan infrastruktur rural.
Memperbesar ekspor mineral, minyak, gas, dan tanaman perkebunan yang hasilnya bisa digunakan untuk mendanai kesehatan, pendidikan, dan perumahan bagi rakyat miskin.
Meningkatkan pangsa pasar dunia, terutama dari ekonomi yang menghasilkan lapangan pekerjaan seperti industri manufaktur. Papanek mencontohkan, dulu industri tekstil dan garmen Indonesia menguasai 2,5 persen pangsa pasar dunia, sekarang hanya 1,7 persen. Padahal, selisih tersebut berarti berkurangnya 5 miliar ekspor dan 1,5 juta lapangan pekerjaan.
.
PENDAPAT DAN SOLUSI :
Saya setuju dengan Gustav F Papanek bahwa masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran. Karena pengangguran di Indonesia semakin terasa dari tahun ketahun.
Dan ini dapat dilihat dari makin tingginya angka pengangguran di Indonesia
Hal ini tidak lepas dari berkurangnya sarana yang dapat menjadi lapangan pekerjaan atau semakin canggih teknologi
Menurut saya pemerintah harus berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru agar angka pengangguran turun dan untuk calon pekerja harus dapat menjadi individu yang dapat bersaing di dalam atau luar negri. Atau berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjan untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: