TUGAS SOFTSKILL PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK

BAB I

1.1.LATAR BELAKANG

Pada suatu kendaraan atau elektronika membutuhkan yang namanya sumber energi. Entah berfungsi sebagai pemasok energy atau bahan bakar kendaraan tersebut, atau sebagai sumber energy untuk menjalankan atau menggerakan alat elektronika yang kita inginkan.

Dalam kasus ini penulis menjadikan pesawat sebagai topic pembahasan, karna dalam suatu pesawat sangat memiliki keterbatasan tempat yang artinya tidak semua benda dapat berada di dalamnya, untuk kali penelis menbahas cara memberi solusi dalam mengurangi tempat yang dibutuhkan untuk meletakkan catu daya twegangan pada pesawat, selain itu keungulan dari alat ini adalah menggunakan komponen yang lebih mudah diperoleh dipasaran.

1.2.RUMUSAN MASALAH

  • Lokasi penempatan catu daya pada pesawat sebelumnya sangat membutuhkan tempat yang luas.
  • Catu daya yang digunakan sebelumnya lebih besar.
  • Alat yang dibutuhkan sebelumnya menggunakan bahan yang cukup sulit ditemukan.

1.3.TUJUAN

  • Meminimalkan tempat yang digunakan.
    • Memberikan alternatif lain untuk komponen yang digunakan dengan menggunakan komponen yang mudah didapatkan.

 

 

 

BAB II

2.1.PENDAHULUAN

Catu daya tegangan tinggi (High Voltage -HV) pada pesawat sinar-X diagnostik berfungsi untuk mencatu tegangan kerja pada tabung sinar-X. Besarnya tegangan ini mempengaruhi intensitas sinar-X yang dihasilkan oleh tabung.

Pada pesawat sinar-X diagnostik konvensional pengaturan besarnya tegangan tinggi ini dilakukan dengan menggunakan transformator atau auto-transformator yang mendapat masukan dari sumber listrik PLN. Sayangnya transformator atau auto-transformator yang mempunyai daya besar hingga sanggup untuk mencatu tegangan yang diperlukan sangat sulit dicari di pasaran lokal. Selain itu dimensi fisik dari transformator tersebut cukup besar sehingga boks kontrol untuk menempatkan transformator tersebut juga menjadi besar.

Pada inovasi ini, pengaturan catu daya tegangan tinggi pesawat sinar-X diagnostik dilakukan tidak dengan menggunakan transformator melainkan dengan menggunakan rangkaian elektronik. Komponen utama rangkaian elektronik pengatur catu daya tegangan tinggi pesawat sinar-X diagnostik adalah triac (triode alternating current). Komponen ini berdimensi kecil namun mempunyai daya besar. Selain itu harga komponen ini lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran lokal.

2.2.TEORI

Pengaturan catu daya tegangan tinggi pada pesawat sinar-X diagnostik konvensional dilakukan dengan mengunakan autotransformer. Tegangan masukan autotransformer berasal dari catu PLN. Blok diagram sistem tegangan tinggi pada pesawat sinar-X diagnostik konvensional dapat dilihat pada Gambar 1.

 

Gambar 1. Blok diagram sistem hv Pesawat sinar-X diagnostic.

Pada inovasi ini pengaturan catu daya tegangan tinggi dilakukan tidak menggunakan auto-transformator melainkan dengan menggunakan rangkaian elektronik. Komponen utama rangkaian elektronik ini adalah triac (triode alternating current). Triac adalah alat yang dalam operasinya sangat mirip dengan SCR (Silicon Controlled Rectifier) [2]. Pada SCR, jika dihubungkan ke dalam rangkaian ac maka tegangan output disearahkan menjadi arus searah. Namun pada triac, arus keluaran tetap merupakan arus bolak-balik. Triac dirancang untuk menghantarkan arus pada kedua belahan bentuk gelombang. Triac mempunyai tiga terminal, yaitu: terminal utama MT2 dan MT1 serta gerbang G. Proses pemicuan (trigerring) akan dibahas dengan mengacu pada rangkaian yang terdapat pada gambar 2. Kapasitor C akan mengisi muatannya melewati R1 dan R2 setiap setengah perioda.

 

Gambar 2. Rangkaian pemicu triac.

Selama setengah perioda positip, MT2 akan akan lebih positip dari MT1, sehingga pelat atas kapasitor akan bermuatan positip. Jika tegangan pada kapasitor muncul hingga mencapai harga yang mencukupi untuk pemenuhan arus gate, maka Triac akan ON. Kecepatan pengisian kapasitor diatur oleh potensiometer R2, dimana jika hambatannya besar, maka pengisiannya akan lambat sehingga terjadi penundaan penyalaan. Jika nilai R2 kecil, maka pengisian kapasitor akan lebih cepat dan arus yang mengalir ke beban akan tinggi.

Proses pemicuan dapat juga dilakukan dengan menggunakan diac (dioda alternating current). Diac mempunyai dua buah elektrodaatau terminal dan dapat menghantar dari kedua arah oleh karenanya diac dianggap sebagai homo atau non-polar. Diac tersusun dari empat lapis semikonduktor seperti dioda lapis empat. Diac mempunyai impedansi yang tinggi dalam dua arah. Untuk mencapai titik konduknya diperlukan tegangan antara 28 sampai 36 volt. Jika tegangan diberikan pada diac menyamai atau melebihi tegangan konduknya, maka salah satu saklar akan menutup, demikian sebaliknya untuk kondisi yang sama salah satu saklarnya juga akan menutup. Rangkaian pemicauan dengan memanfaatkan diac dapat dilihat pada Gambar 3.

 

Gambar 3. Rangkaian pemicu triac.

2.3.TATA KERJA

Bahan utama dari penelitian ini menggunakan komponen aktip Triac BTA 40 yang menggunakan pemicu diac 1N5758 dan didukung dengan komponen pasip serta motor stepper. Peralatan yang dipakai osciloskop, pulsa generator dan beban (lampu, motor) Metode Pada pesawat sinar-X konvensional pengatur catu tegangan ke HV menggunakan auto transformator, kemudian sikat pengatur digerakan secara manual atau otomatis dengan menggunakan motor. Gambar blok diagram sistem pengatur konvensional seperti terlihat pada Gambar 1. Konstruksi auto transformator dan motor penggerak sikat pengatur seperti terlihat pada Gambar 4.

 

Gambar 4. Konstruksi auto transformator dan motor penggerak sikat

Pada saat pesawat sinar-X dioperasikan maka sumber tegangan dari PLN masuk ke auto transfomator, kemudian keluaran dari auto transfomator diseting sesuai dengan tegangan tinggi yang dibutuhkan. Tegangan di auto transformator masih berupa teganagan rendah antara 0 – 240 V, selanjutnya masuk ke HV dinaikkan menjadi kilo Volt. Tegangan kerja untuk tabung pesawat sinar-X diagnostic dengan daya sedang antara 50 kV – 100 kV. Jadi fungsi alat pengatur adalah untuk mengatur catu tegangan ke sistem HV. Jika alat pengatur ini menggunakan trafo atau auto-transformator dimensinya cukup besar, karena yang harus dicatu berdaya tinggi. Selain itu harganya cukup mahal dan sulit dicari dipasaran lokal, sehingga tidak efisien dan tidak ekonomis.

Dengan kemajuan teknologi di bidang elektronika, maka memungkinkan dibuat alat pengatur HV dengan rangkaian elektronik. Tinggal bagaimana rangkaian elektronik tersebut dikemas sehingga dapat berfungsi dan handal. Untuk itu telah dibuat alat pengatur HV dengan menggunakan rangkaian elektronik dimana kendali utamanya digunakan triac yang mampu untuk daya tinggi. Dengan mengatur gerbang (gate) triac maka tegangan keluarannya dapat dikendalikan. Tegangan yang telah teregulasir dari keluaran triac kemudian digunakan sebagai catu tegangan ke trafo tegangan tinggi. Alat pengatur dengan menggunakan triac seperti terlihat pada gambar 5.

 

Gambar 5. Blok diagram alat pengatur HV.

 

BAB III

3.1. KESIMPULAN

Alat ini sangat bermanfaat karna dapat memberikan ruang yang lebih luas dikarenakan alat ini sangat memiliki ruang yang lebih kesil dari ruang catu daya sebelumnya dan alat ini lebih mudah mendapatkan komponen pembuatnya dibandingkan dengan komponen catu daya sebelumnya.

3.2. SARAN

Alat ini ataupun catu daya sebelumnya sesungguhnya merupakan alat yang sama hanya saja rangkaian ini merupakan inovasi untuk memberikan ruang yang lebih luas dari pada mengguanakan catu daya sebelumnya dan memiliki keuntungan lain yang berupa kemudahan dalam penyiapan bahan dasarnya, maka saya menyarankan gunakan alat ini jika anda membutuhkan ruang yang lebih luas dari biasanya.

 

Sumber : http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wp-content/uploads/2010/03/B- 29%20_Sujatno_.pdf

 

Posted on Juli 26, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: